Website uptime
HTTP status, redirect chain, final URL, dan text match untuk memastikan halaman yang tampil memang halaman yang benar.
SinyalOps adalah monitor sederhana berbasis Telegram: URL, DNS, SSL, API, dan content-change check. Konfigurasi satu file JSON, running 24/7 via cron, alert cuma ketika ada perubahan.
Tidak perlu login page, tidak perlu UI. Semua dikelola lewat file JSON dan bot Telegram.
HTTP status code, redirect chain, final URL. Cek apakah halaman masih bisa diakses.
Pastikan halaman mengandung teks tertentu — berguna untuk validasi konten inti.
SHA-256 hash untuk mendeteksi perubahan konten yang tidak terduga.
Notifikasi otomatis untuk failure, recovery, dan perubahan konten.
SinyalOps dirancang untuk operasi yang butuh bukti cepat: route bisa dibuka, certificate aman, konten inti tidak berubah diam-diam, dan alert hanya muncul saat ada perubahan.
HTTP status, redirect chain, final URL, dan text match untuk memastikan halaman yang tampil memang halaman yang benar.
Validitas TLS, tanggal expiry, dan warning sebelum certificate habis. Cocok untuk domain client dan subdomain operasional.
Validasi NS, A, CNAME, dan propagation state saat domain migration atau pindah project Vercel.
SHA-256 hash dan expected text untuk mendeteksi defacement, salah route, atau page yang tidak sengaja berubah.
Status code dan response text untuk API internal, webhook, dan service endpoint yang harus selalu aktif.
Multi-route checks per domain: root, www, dashboard path, status page, dan route penting lain.
Targetnya bukan bikin portal baru. Targetnya: sistem jalan, client tenang, operator dapat alert saat benar-benar perlu.
Untuk company profile, landing page, dan web publik yang harus selalu reachable.
Cocok untuk dashboard operasional seperti PLN UPT Bengkulu: root, www, dan route dashboard dipantau terpisah.
Saat pindah DNS/Vercel, SinyalOps memantau propagation, HTTPS readiness, dan salah-route.
Mencegah domain mati gara-gara certificate expired tanpa disadari.
Untuk webhook, API route, callback URL, dan endpoint automation.
Deteksi perubahan konten publik dengan text match dan content hash.
Alert dibuat ringkas supaya operator langsung tahu apa yang rusak, route mana, dan kapan recovery.
SinyalOps tidak kirim heartbeat. Kalau semua sehat, stdout kosong dan Telegram diam. Ini penting supaya alert benar-benar dianggap penting.
State per check disimpan, jadi alert muncul hanya saat transisi: fail → recover, content hash berubah, atau SSL warning.
Lihat demo reportDomain produksi dipisah ke project proxy khusus, lalu SinyalOps memantau root, www, dan route dashboard utama. Hasilnya: domain client tidak bocor ke NusaGoldenTech, HTTPS aktif, dan semua route dashboard dipantau otomatis.
Tidak ada UI, tidak ada login portal. Produk yang dirancang untuk dijalankan oleh agent, bukan diklik oleh manusia.
Satu instance bisa pantau banyak client sekaligus. Tiap client punya URL checks sendiri.
No alert = no problem. Hanya ngomong kalau ada yang berubah — failure, recovery, atau content hash beda.
JSON file sederhana. Bisa diedit langsung atau dioleh agent. Tambah client = tambah 10 baris JSON.
Jalan sebagai cron script tanpa LLM overhead. Cepat, hemat resource, dan bisa diotomasi.
State disimpan per check, jadi alert hanya dikirim saat ada transisi. Tidak spam.
Content change detection via SHA-256. Cocok untuk mendeteksi perubahan halaman yang tidak diumumkan.
Harga per client/bulan. Semua paket include alert Telegram.
Harga bersifat indikatif. Untuk volume besar atau kebutuhan khusus, diskusikan langsung.